Jakarta — SMA Labschool Jakarta menyelenggarakan Pameran Hasil Karya STEAM yang diselenggarakan pada tanggal 11 Maret 2026, sebagai bagian dari Asesmen Akhir Sekolah (AAS) bagi siswa kelas XII Angkatan Tadavarya Nadagata. Kegiatan ini menampilkan berbagai karya inovatif siswa yang dirancang untuk menjawab permasalahan di masyarakat melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).
Proyek STEAM tahun ini mengusung tema besar Eco Future, yang bermakna masa depan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan secara terpadu untuk menjawab tantangan lingkungan masa kini. Dari tema besar tersebut, menghasilkan empat permasalahan yang diusung, yaitu: (1) masalah pengelolaan sampah di lingkungan sekitar, (2) masalah drainase air dan banjir di lingkungan sekitar, (3) masalah sanitasi air di lingkungan sekitar, dan (4) masalah keterbatasan lahan dan ruang terbuka hijau.
Acara ini dihadiri oleh Penasihat Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Doni Koesoema. Turut hadir sebagai asesor, Dekan FMIPA Universitas Negeri Jakarta, Hadi Nasbey, serta Head of Program Business Information Technology & Digital Business Innovation Binus University, Nuril Kusumawardhani Soeprapto Putri.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Labschool Jakarta, Badru Zaman, menjelaskan bahwa pelaksanaan Asesmen Akhir Sekolah (AAS) berbasis STEAM merupakan sebuah pembaruan.
“Asesmen Akhir Sekolah di SMA Labschool Jakarta menghadirkan pembaruan melalui pendekatan STEAM. Jika sebelumnya dilakukan secara tertulis, kini siswa mengekspresikan pemahaman melalui proyek inovatif yang berfokus pada pemecahan masalah nyata di masyarakat. Ujian ini tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkreasi, dan berinovasi,” ujar Badru (11/3).
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan AAS STEAM ini merupakan tahun kedua yang diselenggarakan di SMA Labschool Jakarta.
Sementara itu, Kepala BPS Labschool UNJ, Totok Bintoro, memberikan apresiasi terhadap karya dan inovasi yang dihasilkan para siswa kelas XII SMA Labschool Jakarta. Dalam sambutannya, ia mengangkat kisah inspiratif ilmuwan Thomas Alva Edison sebagai contoh semangat inovasi dan ketekunan dalam menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Karya-karya yang dihasilkan siswa hari ini menunjukkan semangat inovasi yang luar biasa. Seperti kisah Thomas Alva Edison, keberhasilan lahir dari proses mencoba, belajar, dan tidak takut untuk berinovasi,” ungkap Totok (11/3).
Dalam sesi wawancara, Penasihat Ahli Mendikdasmen, Doni Koesoema, menilai bahwa karya-karya STEAM yang ditampilkan oleh siswa SMA Labschool Jakarta sangat inspiratif dan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain.
“Hasil karya STEAM siswa SMA Labschool Jakarta sangat inspiratif dan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Harapannya, karya ini tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diterapkan di masyarakat sebagai implementasi dari pembelajaran mendalam yang dikembangkan oleh Kemendikdasmen,” tutur Doni (11/3).

Salah satu siswa kelas XII SMA Labschool Jakarta, Sharliz Cahya Rinaldi, mengaku bangga dengan proses panjang yang dilalui dalam pembuatan proyek tersebut.
“Dari STEAM ini saya belajar melihat masalah dari hal-hal terdekat di sekitar kita. Kami memulai dari diskusi kelompok, mengidentifikasi masalah yang ada di masyarakat, lalu mencoba memecahkannya melalui sebuah produk atau prototipe yang bisa menjadi solusi,” ungkap Sharliz dalam wawancara (11/3)”
Melalui pameran ini, SMA Labschool Jakarta berharap siswa tidak hanya memahami teori pembelajaran di kelas, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, memecahkan masalah serta menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.