SMA Labschool Jakarta Raih Gold Medal di XVI World Championship of Folklore Bulgaria 2026
SMA Labschool Jakarta kembali membawa budaya Indonesia ke panggung internasional melalui keikutsertaannya dalam XVI World Championship of Folklore “World Folk 2026” di Bulgaria pada 26–31 Agustus 2026.
Menjadi satu-satunya tim yang mewakili Indonesia dalam ajang tersebut, Delegasi SMA Labschool Jakarta yang terdiri atas 33 siswa, yakni 23 penari dan 10 pemusik, serta didampingi oleh dua guru, berhasil meraih Gold Medal, Nomination Grand Prix, Special Award, dan Honorable Presentation.
SMA Labschool Jakarta Bawa Budaya Indonesia ke World Folk 2026
World Folk 2026 merupakan kejuaraan folklore tingkat dunia yang diselenggarakan oleh Euro Folk Academy dan Event Vacation dalam sistem kejuaraan European Association of Folklore Festivals (EAFF).
Pada tahun ini, kompetisi diikuti oleh 55 grup dari 10 negara. Ajang tersebut mempertemukan berbagai kelompok seni dari sejumlah negara untuk menampilkan kekayaan tradisi dan budaya masing-masing di hadapan masyarakat internasional.
Bagi SMA Labschool Jakarta, keikutsertaan dalam World Folk 2026 bukan hanya menjadi kesempatan untuk berkompetisi dan meraih prestasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Raih Gold Medal dan Sejumlah Penghargaan Internasional
Penampilan Delegasi SMA Labschool Jakarta berhasil mendapatkan apresiasi melalui sejumlah penghargaan, yaitu Gold Medal, Nomination Grand Prix, Special Award, dan Honorable Presentation.
Kepala SMA Labschool Jakarta, Badru Zaman, menyampaikan bahwa keikutsertaan siswa dalam ajang internasional ini merupakan bagian dari pengalaman pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Lebih dari sekadar meraih penghargaan, keikutsertaan para siswa dalam ajang ini menjadi wujud nyata pembelajaran yang menumbuhkan karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dunia sambil tetap membawa identitas Indonesia.”
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan karena para siswa dapat menjadi duta budaya yang memperkenalkan nilai-nilai gotong royong, rasa syukur, dan kekayaan tradisi Indonesia di tingkat internasional.
“Rengkuh Panan, Rengkuh Tradisi” Angkat Budaya Agraris Jawa
Dalam ajang tersebut, SMA Labschool Jakarta menampilkan karya bertajuk “Rengkuh Panan, Rengkuh Tradisi”, sebuah pertunjukan yang mengangkat kehidupan masyarakat agraris di Pulau Jawa.
Hamparan padi yang menguning menjadi simbol kemakmuran tanah Jawa sekaligus menggambarkan perjuangan para petani desa. Pertunjukan ini menggambarkan proses panen yang dilakukan secara bersama-sama, mulai dari memetik padi, membawa hasil panen, hingga berkumpul dalam suasana sukacita dalam syukuran desa.
Pada bagian puncak pertunjukan, hadir Sintren sebagai simbol rasa syukur, doa, dan harapan akan keberkahan yang terus mengalir bagi kehidupan masyarakat.
Melalui perpaduan gerak tari, musik, dan kekayaan tradisi Jawa, karya tersebut menjadi medium bagi para siswa untuk menyampaikan nilai-nilai budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Persiapan Delegasi Dimulai Sejak Mei 2026
Keberhasilan Delegasi SMA Labschool Jakarta di World Folk 2026 tidak terlepas dari proses persiapan yang dilakukan selama beberapa bulan.
Guru pendamping Delegasi SMA Labschool Jakarta, Ulva Soraya, mengatakan bahwa persiapan telah dimulai sejak Mei 2026 dengan sekitar 20 kali latihan.
Di tengah padatnya kegiatan sekolah, para siswa tetap menunjukkan komitmen dan inisiatif untuk mempersiapkan penampilan terbaik mereka.
“Persiapannya sudah dimulai sejak Mei dan kami sudah melakukan sekitar 20 kali latihan. Di tengah padatnya kegiatan sekolah, anak-anak tetap berkomitmen untuk latihan. Bahkan, mereka pernah berinisiatif latihan tanpa pelatih. Setelah sampai di Bulgaria pun mereka masih terus berlatih bersama,” ujar Ulva Soraya.
Proses tersebut tidak hanya melatih kemampuan siswa dalam bidang seni pertunjukan, tetapi juga mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kemampuan mengatur waktu.
Siswa SMA Labschool Jakarta Jadi Duta Budaya Indonesia
Keikutsertaan dalam World Folk 2026 memberikan pengalaman tersendiri bagi para siswa. Selain tampil di panggung internasional, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara langsung kepada masyarakat dari berbagai negara.
Salah satu perwakilan siswa, Muhamad Rafi Izdihar Wiweko, mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut semakin menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.“Membawa budaya Indonesia ke ajang Folklore 2026 membuat saya semakin bangga terhadap budaya Indonesia. Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia di panggung internasional. Keikutsertaan dalam lomba ini menjadi pengal